Astra Honda Kuasai Strategi Slipstream Montegi Untuk Perkokoh Gempuran Menuju Gelar Juara ARRC

Publikasi: 1 jam 31 menit yang lalu

Astra Honda Racing Team (AHRT) meninggalkan Mobility Resort Motegi dengan ambisi juara yang semakin kuat setelah menuntaskan Putaran 3 Idemitsu FIM Asia Road Racing Championship 2026 yang berlangsung sengit di Jepang. Menghadapi sirkuit yang baru diaspal ulang dengan grip (daya cengkeram) sangat tinggi serta rapatnya jarak antar-pembalap di lintasan, skuad balap dari PT Astra Honda Motor ini memanfaatkan keunggulan taktik dan kegigihan luar biasa untuk mengamankan poin kejuaraan yang krusial di tiga kelas utama.

Di kelas Asia Production 250 (AP250), pebalap pengganti andalan Irfan Ardiansyah menyempurnakan akhir pekan yang luar biasa lewat aksi balapan yang presisi dengan 'back to back' mengamankan podium kedua (P2). Terjebak dalam persaingan slipstream yang sengit —di mana 11 pebalap teratas hanya terpaut kurang dari satu detik—Irfan melakukan aksi brilian di pertengahan balapan. Pada lap terakhir, ia menentukan momentum di jalur bertahan (defensive line) dengan sempurna, membawa CBR250RR tunggangannya melintasi garis finis dengan terpaut waktu yang tipis 0,105 detik dari podium tertinggi.

Rekan satu timnya, Rheza Danica Ahrens, menunjukkan aksi damage control (pembatasan kerugian poin) yang krusial untuk kejuaraan. Berjuang merangkak naik dari posisi start P13, Rheza berhasil menembus rombongan depan untuk finis di posisi ke-9 (P9) setelah duel sengit, melintasi garis finis. Kebangkitan yang gigih ini menjaga peluang Rheza dalam perebutan gelar juara, menutup akhir pekan di peringkat ke-3 klasemen sementara pebalap dengan total 82 poin.

Didukung oleh tambahan 40 poin besar yang diraih Irfan sepanjang akhir pekan, Astra Honda Racing Team kini kokoh di peringkat ke-2 klasemen tim keseluruhan dengan 133 poin, hanya tertinggal tipis 5 poin dari pimpinan klasemen.

Kategori Supersport 600 (SS600) menjadi saksi adaptasi taktik kelas atas dari Herjun Atna Firdaus. Memperbaiki kesalahan start dari hari sebelumnya, Herjun melakukan start yang sempurna dari baris depan untuk mengamankan posisi di rombongan terdepan yang berisi enam pebalap dengan ritme sangat cepat. Ia berduel sengit roda-ke-roda (wheel-to-wheel) sepanjang 12 lap dengan intensitas tinggi, melintasi garis finis di posisi ke-4 (P4) yang sangat kompetitif, hanya berselisih 0,611 detik dari pemenang balapan.

Ditambah hasil finis P3 yang gemilang pada Race 1, Herjun meninggalkan Jepang sebagai pemegang rekor resmi pencetak rekor waktu lap balapan tercepat sepanjang masa di Motegi (Motegi Race Lap Record Holder) untuk kelas SS600, berkat catatan waktu spektakuler 1:53.282 yang dicetaknya pada hari Sabtu. Performa impresif ini mendongkrak posisi Herjun ke peringkat ke-4 klasemen sementara Pembalap dengan 67 poin, sekaligus memperkokoh posisi Astra Honda di tempat ke-2 klasemen tim keseluruhan dengan 105 poin.

Di kelas utama Asia Superbike 1000 (ASB1000), Mohammad Adenanta Putra menunjukkan kelasnya lewat daya tahan dan ketenangan yang luar biasa untuk mengamankan posisi finis ke-8 (P8) kedua kalinya akhir pekan ini [+19.605 detik]. Mengandalkan pemulihan fisiknya di sirkuit yang terkenal dengan zona pengereman keras yang brutal, Adenanta melakukan balapan dengan cerdas dan penuh perhitungan di atas CBR1000RR-R.

Ia tetap tenang dari awal hingga akhir balapan, mencatatkan waktu lap yang konsisten di kisaran angka 1 menit 50 detik kecil sepanjang 15 lap balapan untuk memastikan pengumpulan data yang sempurna. Ia meninggalkan Motegi dengan menempati peringkat ke-7 klasemen sementara Pebalap ASB1000 dengan 50 poin, dan menjaga posisi tim di peringkat ke-6 klasemen tim.

Atas berakhirnya paruh pertama musim kompetisi dengan sukses, Astra Honda Racing Team kini mengalihkan seluruh fokus menuju balapan kandang Pertamina Mandalika International Circuit, Indonesia, Agustus mendatang.

AHRT Astra Honda Racing Team

Berita Terkait