Awas CVT Cepat Jebol! Ini Dampak Buruk Kebiasaan Menarik Gas Sambil Mengerem Di Tanjakan

Publikasi: 5 bulan 15 hari 15 jam 55 menit yang lalu

Pernah nggak sih Brosis terjebak macet di jalan menanjak pas lagi touring ke Puncak atau daerah pegunungan? Karena takut motor mundur, refleks tangan biasanya menahan tuas rem (kiri/kanan) sambil tetap memutar gas sedikit biar mesin nggak mati.

Sekilas teknik ini mirip "setengah kopling" di motor manual. Tapi Brosis harus tahu, teknik ini HARAM hukumnya buat motor matic! 

Bukannya aman, kebiasaan ini justru cara tercepat buat bikin komponen CVT (Continuously Variable Transmission) motor Brosis rontok seketika.

Kenapa bisa begitu? Yuk, kita bedah dampak teknisnya biar Brosis nggak boncos di kemudian hari!

1. Ngerem Sambil Gas? Kampas Ganda Bisa Nyerah

Untuk memahami bahayanya, Brosis harus tahu dulu cara kerja sederhana CVT. 

Saat Brosis memutar gas, gaya sentrifugal akan membuat kampas ganda mekar dan menekan mangkok kopling (rumah kopling) untuk menyalurkan tenaga ke roda belakang.

Nah, bayangkan kalau Brosis menekan rem saat gas dibuka. Kampas ganda berusaha memutar roda, tapi rem menahannya agar diam. 

Akibatnya? Terjadi gesekan paksa yang sangat hebat antara kampas dan mangkok kopling. 

Kampas ganda dipaksa bergesekan terus-menerus tanpa bisa mencengkram sempurna. Ini sama saja seperti Brosis sedang "membakar" uang jajan sendiri! 

Bahkan bisa lebih bahaya lagi kalau kampas kopling tiba-tiba loss (selip total), motor bisa meluncur tak terkendali dan membahayakan Brosis.

Makanya, penting banget buat selalu #Cari_Aman dengan paham soal cara mengerem yang benar biar tetap safe di kondisi jalan apa pun.

2. Bau Hangus Akibat Risiko Overheat

Gesekan ekstrem tadi menghasilkan panas yang luar biasa tinggi (overheat) di dalam bak CVT yang tertutup. 

Jika Brosis mencium bau gosong atau bau sangit karet terbakar saat di tanjakan, itu adalah tanda bahaya!

Panas berlebih ini bisa menyebabkan:

  • Kampas Ganda Hangus: Material kampas menjadi keras (mengeras seperti kaca) atau habis tidak rata.
  • Mangkok Kopling Peang: Logam yang kepanasan bisa memuai dan berubah bentuk (tidak bulat sempurna lagi).
  • Seal Kruk As Bocor: Panas bisa membuat karet seal meleleh, menyebabkan oli mesin rembes ke ruang CVT dan bikin slip parah.

Biar CVT Brosis tetap adem dan awet, pastikan Brosis selalu rutin melakukan servis CVT dan pembersihan area transmisi di bengkel resmi.

3. Penyakit "Gredek" yang Bikin Nggak Nyaman

Ini adalah dampak jangka panjang yang paling sering dikeluhkan. Akibat gesekan paksa tadi, permukaan kampas ganda dan mangkok kopling jadi tidak rata atau licin (glazing).

Hasilnya? Saat Brosis mau jalan dari posisi diam, motor akan terasa bergetar hebat atau "gredek"

Tenaga motor terasa tertahan dan Brosis butuh bukaan gas lebih besar cuma buat jalan pelan. Kalau sudah begini, kenyamanan berkendara bakal hilang total dan Brosis harus siap jajan sparepart baru.

Solusinya Gimana Ketika di Tanjakan?

Kalau berhenti di tanjakan, tutup gas total dan gunakan rem belakang (atau fitur Smart Parking Brake Lock yang ada di tuas rem kiri motor Honda Brosis) dan jangan pernah menahan posisi motor dengan putaran mesin.

Jika mau jalan lagi, lepas rem bersamaan dengan memutar gas secara halus namun tegas (stop-and-go). 

Biarkan sistem CVT bekerja mencengkram sempurna dulu baru motor melaju.

Motor Mulai Terasa Gredek atau Kurang Tenaga?

Kebiasaan kecil menahan gas sambil ngerem ternyata punya dampak destruktif buat motor matic kesayangan. 

Sayangi motor Honda Brosis dengan mengubah gaya berkendara yang lebih care terhadap komponen mesin.

Jangan tunggu sampai mogok di jalan, Brosis! Gejala gredek atau bau hangus adalah kode keras kalau CVT motor Brosis butuh sentuhan mekanik ahli.

Segera bawa ke AHASS Wahana Honda untuk pengecekan menyeluruh. Dapatkan layanan servis CVT terbaik dengan suku cadang asli yang bikin performa motor balik seperti baru lagi.

 BOOKING SERVIS CVT DI AHASS WAHANA SEKARANG!


CVT Motor Service CVT

Berita Terkait

Perawatan CVT

03 Mei 2023 - administrator