Bukan Cuma Asal Nyala! Ini Petaka Tersembunyi Kalau Ganti Busi Gak Sesuai Mesin Bawaan

Publikasi: 6 hari 6 jam yang lalu

Ketika motor matic Honda Brosis mulai terasa sulit dihidupkan di pagi hari, biasanya mengganti busi memang menjadi salah satu solusi paling cepat dan murah. 

Banyak pengendara yang sekadar datang ke bengkel pinggir jalan, menyodorkan busi lama, dan minta mekanik mencarikan busi baru dengan bentuk dan ukuran drat yang sama persis.

"Asal dratnya masuk dan mesin bisa nyala, berarti aman!" 

Begitulah mitos menyesatkan yang sering beredar di kalangan bikers awam. 

Padahal, memasang busi yang spesifikasinya tidak sesuai dengan standar bawaan pabrik adalah sebuah pertaruhan besar. 

Busi memiliki karakter suhu yang sangat spesifik untuk setiap jenis mesin.

Biar mesin motor Brosis tidak mendadak jebol di tengah jalan raya, mari kita bedah arti di balik kode rahasia busi dan petaka apa yang menanti jika Brosis nekat salah pilih!

1. Karakter Busi Panas vs Dingin, Angka Bukan Sekadar Pajangan

Jika Brosis memperhatikan bodi keramik pada sebuah busi, Brosis akan menemukan deretan kode alfanumerik yang dicetak tebal oleh pabrikan. 

Salah satu angka dalam deretan kode tersebut melambangkan nilai tingkat panas (heat range) dari busi itu sendiri.

Berdasarkan kemampuannya melepas panas dari ruang bakar mesin, busi dibagi menjadi dua karakter utama: busi panas dan busi dingin. 

Busi panas dirancang dengan ujung isolator yang lebih panjang agar panas hasil pembakaran tertahan lebih lama di ujung busi, sehingga sangat cocok untuk mesin kompresi rendah atau pemakaian jarak dekat yang santai.

Sebaliknya, busi dingin memiliki ujung isolator yang lebih pendek. Desain ini bertujuan untuk menyalurkan dan membuang panas secepat mungkin ke arah blok silinder mesin pendingin. 

Busi jenis ini wajib digunakan pada mesin berkompresi tinggi seperti Honda Vario 160 atau Honda PCX 160 yang sering dipacu di kecepatan tinggi. 

Brosis wajib membaca panduan mengenal busi, fungsi, jenis, dan cara merawatnya agar semakin paham betapa krusialnya mencocokkan karakter suhu ini.

2. Risiko Salah Pilih Kode? Brebet Hingga Piston Bolong

Apa yang akan terjadi jika Brosis salah memasukkan spesifikasi busi ke dalam mesin? 

Dampaknya bisa langsung Brosis rasakan atau perlahan membunuh komponen mesin dari dalam.

Memakai Busi Terlalu Dingin

Jika motor harian Brosis dipasangi busi balap yang terlalu dingin, ujung busi tidak akan pernah mencapai suhu ideal untuk membersihkan dirinya sendiri (self-cleaning temperature). 

Akibatnya, sisa pembakaran bensin akan cepat menumpuk menjadi kerak karbon hitam pekat. Api busi akan terhambat, konsumsi bensin jadi boros kebangetan, dan tarikan motor akan terasa tertahan alias brebet.

Memakai Busi Terlalu Panas

Panas ekstrem yang gagal dibuang akan menumpuk di ujung elektroda. Suhu panas yang terus membara ini bisa memicu bensin terbakar dengan sendirinya sebelum busi memercikkan api (pre-ignition). 

Mesin akan mengalami overheat, ngelitik parah, hingga risiko ujung busi meleleh dan melubangi piston!

Biaya untuk memperbaiki piston yang bolong akibat overheat bisa menguras dana hingga jutaan. Biar lebih waspada, kenali juga tanda-tanda busi mulai lemah sebelum terlanjur salah beli.

3. Panduan Aman Belanja Busi, Jangan Suka Main Tebak-Tebakan

Menghindari petaka salah spesifikasi ini sebenarnya sangatlah mudah. 

Brosis tidak perlu menghafalkan seluruh tabel kode busi dari berbagai merek. 

Cukup buka kembali buku pedoman pemilik kendaraan (owner's manual) yang Brosis dapatkan saat membeli motor, lalu catat kode busi standar yang direkomendasikan pabrik.

Namun, cara yang paling mutlak dan bebas dari risiko salah beli adalah dengan mempercayakan urusan komponen ini sepenuhnya kepada bengkel resmi. 

Sistem pergudangan di bengkel resmi memiliki pencatatan spesifikasi yang akurat untuk setiap tipe dan tahun produksi motor Honda Brosis, sehingga tidak akan ada insiden salah pasang tipe busi.

Percayakan Perawatan 100% Akurat Hanya di AHASS!

Busi motor bukanlah komponen yang bisa dipilih hanya dengan mengandalkan insting "asal dratnya pas". 

Memahami karakter busi panas dan busi dingin adalah kunci untuk menjaga mesin berumur panjang. 

Jangan pernah berkompromi mengganti busi di luar spesifikasi pabrikan jika Brosis tidak ingin berhadapan dengan risiko brebet hingga turun mesin akibat overheat.

Tidak ingin berjudi dengan nyawa mesin motor Honda Brosis karena salah pilih spesifikasi busi? 

Serahkan saja seluruh perawatannya ke mekanik bersertifikasi di AHASS Wahana Honda terdekat.

Sistem komputerisasi terpadu kami akan langsung mencarikan busi orisinal Honda Genuine Parts (HGP) dengan kode tingkat panas yang 100% presisi untuk tipe motor Brosis. 

Harga suku cadangnya pun sangat transparan dan ramah di kantong.

Biar waktu Brosis tidak habis terbuang untuk mengantre di lokasi, manfaatkan kemudahan booking servis terlebih dahulu melalui Aplikasi WANDA dari ponsel Brosis. 

Mesin sehat, tarikan gacor!

DOWNLOAD APLIKASI WANDA & BOOKING SERVIS GANTI BUSI DI SINI!

AHASS

Berita Terkait