Publikasi: 7 hari 21 jam 45 menit yang lalu
Belakangan ini, olahraga lagi gencar-gencarnya merajalela
jadi tren di sosial media.
Mulai dari teman kantor yang pamer tangkapan layar aplikasi
Strava dengan catatan waktu lari sub-5, sampai deretan foto OOTD estetik di
lapangan padel dengan setelan pakaian olahraga yang serba modis.
Kedua cabang olahraga ini resmi bertransformasi dari sekadar
pembakar kalori jadi gaya hidup skena paling hits di ibu kota.
Masalahnya, begitu melirik perlengkapan tempur yang wajib
dibawa, rasa mager mendadak menyerang.
Sekali jalan, kita perlu bawa tas raket padel, sepatu lari
cadangan, handuk basah, baju ganti bersih, sampai tumbler air mineral raksasa
berukuran 2 liter.
Kalau semua beban hidup itu harus digendong di punggung
sepanjang jalan, dijamin pundak dan pinggang Brosis bakal remuk duluan sebelum
sesi pemanasan dimulai.
Biar Brosis tetap tampil keren di tongkrongan tanpa harus
mengorbankan otot punggung, yuk intip trik cerdas membawa tas olahraga
berdimensi jumbo bareng motor matic Honda kesayangan berikut ini!
Lokasi lapangan padel paling hits dan titik temu komunitas
lari biasanya berkumpul di kawasan tengah kota yang padat, misalnya Senayan,
SCBD, Cilandak, hingga Pantai Indah Kapuk (PIK).
Agenda seru di lokasi-lokasi favorit ini hampir selalu
dibayangi satu mimpi buruk yang sama: antrean parkir mobil yang mengular
panjang dan slot parkir roda empat yang langka.
Membawa mobil ke lokasi olahraga di akhir pekan atau jam
pulang kantor sering kali berujung bencana waktu.
Brosis bisa menghabiskan waktu 20 hingga 30 menit hanya
untuk berputar-putar di area parkiran mencari celah kosong.
Ujung-ujungnya, jadwal sewa lapangan yang mahal terbuang
sia-sia, atau Brosis ditinggal rombongan lari pagi karena telat pemanasan.
Di sinilah keunggulan mutlak mengendarai skutik lincah
seperti Honda Scoopy, Honda BeAT, atau Honda Genio unjuk
gigi.
Dimensinya yang ramping membuat Brosis bisa menyelinap
santai di sela kemacetan jalanan dan langsung meluncur ke area parkir motor
yang selalu tersedia di sudut gedung.
Brosis tiba di lokasi dengan napas segar, bebas stres
mencari parkir, dan siap langsung mengikat tali sepatu lari tepat waktu.
Tas raket padel dengan bentuk oval memanjang agak repot saat
dibawa naik motor.
Jika susunan dan perhitungan salah, tas tersebut bisa
menyenggol setang kemudi atau menghantam lutut sepanjang jalan.
Bagi Brosis pengendara skutik berlantai rata (step floor)
seperti Honda Scoopy atau Honda Genio, manfaatkan dek kaki yang
lapang dengan trik berikut:
Letakkan pangkal tas raket di lantai dek tengah dalam posisi
berdiri, lalu sandarkan sedikit ke arah bodi motor bagian dalam.
Jangan pernah meletakkan tas secara horizontal atau
melintang ke samping, karena ujung tas yang menjulur melewati lebar motor
sangat rawan tersenggol kendaraan lain saat macet.
Selipkan tali jinjing tas ke dalam gantungan barang lipat di
bawah setang kemudi.
Kuncian ganda ini menjaga tas tetap kokoh menempel di bodi
dan tidak akan merosot ke kanan-kiri saat Brosis melakukan deselerasi.
Pastikan ujung tas raket tidak menyentuh bagian bawah kemudi
atau menghalangi pandangan ke panel speedometer.
Setang motor wajib memiliki ruang gerak bebas 100 persen ke
kanan dan ke kiri tanpa ganjalan agar kestabilan kendali motor tetap terjaga
sempurna.
Terus, sepatu lari yang basah dan berpasir sehabis lari di
taman kota taruh di mana?
Sebaiknya jangan disimpan di bagasi jok ya.
Masukkan sepatu ke dalam kantong kain khusus (shoe bag),
lalu gantungkan talinya di hook depan. Anggap saja area ini sebagai
"zona aroma keringat" agar uap lembap sepatu tidak mengendap di ruang
bagasi tertutup.
Bagaimana kalau Brosis tipe pegiat olahraga yang hobi
membawa perlengkapan ekstra lengkap, mulai dari dua setel pakaian ganti,
perlengkapan mandi, sepatu cadangan bersih, hingga botol air mineral ukuran
jumbo?
Menumpuk semua barang tersebut di area dek depan tentu akan
membuat posisi kaki Brosis terasa sempit.
Solusi paling elegan untuk kebutuhan ini adalah menyulap
kompartemen bagasi bawah jok (U-Box) milik Honda Vario Evo 160 (kapasitas 18
liter) atau Honda PCX 160 (kapasitas raksasa 30 liter) menjadi loker
berjalan.
Baju ganti, handuk, tumbler, hingga dompet aman terlindung
di dalam bagasi dari debu jalanan, kepulan asap knalpot, dan guyuran hujan
mendadak.
Gak perlu repot juga menenteng helm ke lapangan.
Bagasi lapang Honda PCX 160 sanggup menelan helm dan
perlengkapan riding sekaligus, jadi Brosis bisa fokus berolahraga dengan
tenang.
Mau punya teman mobilitas harian yang gesit membelah
kemacetan kota, berbagasi luas untuk menelan segala tas olahraga jumbo Brosis,
dan bikin penampilan makin berkelas di area parkiran?
Yuk, meluncur ke jaringan diler resmi Wahana Honda terdekat
di wilayah Jakarta dan Tangerang sekarang juga! Nikmati beragam penawaran promo
menarik, potongan uang muka (DP), serta skema simulasi angsuran bulanan
bersahabat.
Ingat, di balik tubuh yang sehat dan jiwa yang kuat, ada
motor Honda yang bagasinya muat!
CEK HARGA & PROMO MOTOR MATIC HONDA DI SINI!