Publikasi: 14 hari 5 jam 50 menit yang lalu
Brosis pasti sering melihat para instruktur safety riding Honda berseragam khas yang lincah bermanuver di atas motor, bukan?
Di balik kelihaian mereka meliuk-liuk di jalanan, ada sebuah proses panjang dan ujian kompetensi luar biasa berat yang harus dilewati. Ujian tersebut bernama.
Tahun ini, puncak gelaran Astra Honda Safety Riding Instructors Competition (AHSRIC) 2026 sukses diselenggarakan selama empat hari dan ditutup pada Jumat, 7 Agustus 2026, bertempat di AHM Safety Riding Park, Deltamas, Cikarang.
Kompetisi yang telah memasuki usianya yang ke-17 ini bukan sekadar ajang unjuk kebolehan, tapi juga sarana evaluasi dan kalibrasi pengetahuan para pahlawan keselamatan berkendara dari seluruh penjuru Indonesia.
Kompetisi skala nasional tahun 2026 ini berhasil menghimpun 209 peserta terbaik yang sebelumnya telah tersaring dari seleksi regional super ketat sepanjang Februari hingga Mei 2026.
Melewati serangkaian ujian yang tak hanya mengandalkan skill fisik, tapi juga kemampuan prediksi bahaya dan inovasi edukasi, ajang ini pun menelurkan deretan jawara di setiap kategorinya.
Lantas, bagaimana sebenarnya ketatnya standar ujian edukasi keselamatan yang diterapkan oleh pabrikan berlogo sayap mengepak ini pada ajang AHSRIC?
Bagi para instruktur Honda, AHSRIC adalah panggung pembuktian kasta tertinggi. Ajang tahunan ini mengumpulkan ratusan instruktur dan advisor terbaik dari tingkat dealer hingga level Main Dealer di seluruh wilayah Nusantara.
Mereka bertarung untuk memperebutkan gelar instruktur paling andal di berbagai kategori, mulai dari kelas skutik, sport, hingga big bike (moge).
Dalam kompetisi ini, batas maksimal kemampuan riding para peserta benar-benar diuji sampai titik darah penghabisan.
Setiap pergerakan tubuh, keseimbangan putaran mesin, hingga pengambilan keputusan dalam hitungan detik dinilai dengan sangat presisi oleh tim juri.
Tujuannya hanya satu: memastikan bahwa para instruktur Honda memiliki level kemahiran jauh di atas rata-rata sebelum mereka turun tangan mengajari masyarakat luas.
Esensi utama dari kompetisi AHSRIC bukan sekadar ajang adu ketangkasan sirkus di atas aspal.
Acara ini adalah wujud nyata dari komitmen berkesinambungan Honda untuk melahirkan duta keselamatan lalu lintas yang berkualitas tinggi.
Seorang instruktur jagoan tidak hanya dituntut piawai mengendalikan motor, tetapi juga harus pandai mentransfer ilmunya kepada publik secara efektif.
Oleh karena itu, para instruktur ini juga diuji kemampuan coaching dan prediksi bahayanya secara tertulis dan lisan.
Penilaian makin komprehensif dengan adanya Danger Prediction menggunakan fasilitas Honda Riding Trainer (HRT).
Mereka adalah garda terdepan yang akan menularkan edukasi dan filosofi #Cari_Aman kepada generasi muda hingga komunitas motor.
Memiliki mentor yang mumpuni sangatlah krusial agar ilmu yang disampaikan benar-benar aplikatif, mudah dipahami, dan mampu menekan angka kecelakaan secara masif.
Brosis bisa membaca lebih lanjut tentang pentingnya edukasi safety riding sejak dini untuk memahami dampaknya bagi lingkungan kita.
Mungkin Brosis penasaran, apa saja sih modul keterampilan berkendara (Skill) yang dilombakan?
Seluruh rintangan dalam AHSRIC dirancang secara ilmiah untuk merepresentasikan tantangan nyata di aspal perkotaan yang sering Brosis hadapi setiap hari.
Menguji balancing atau pengendalian keseimbangan dan presisi kecepatan pada kelajuan rendah.
Peserta harus berkendara sangat pelan di atas papan titian yang panjang dan sempit tanpa boleh menurunkan kaki ke tanah.
Modul ini melatih keseimbangan tingkat dewa yang sangat berguna saat Brosis harus merayap dan menjaga keseimbangan di tengah kemacetan padat ibu kota.
Menguji kelihaian mengerem dari kecepatan tinggi hingga berhenti di titik yang sangat spesifik tanpa membuat ban terkunci atau bodi motor melintir.
Teknik ini sangat relevan untuk menghindari tabrakan beruntun akibat rem mendadak di lampu merah.
Mengharuskan peserta meliuk-liuk di antara rintangan cone dengan cepat dan ritmis.
Modul ini adalah simulasi dari kelincahan, ketepatan, dan kontrol kendali berkendara untuk menghindar darurat saat ada lubang besar atau kendaraan yang tiba-tiba berbelok arah tanpa menyalakan lampu sein.
Menguasai teknik-teknik fundamental ini bukan hanya soal memenangkan piala kompetisi.
Astra Honda Safety Riding Instructors Competition (AHSRIC) adalah bukti bahwa Honda selalu berinvestasi besar dalam mencetak instruktur yang berkualitas.
Tak hanya mahir secara fisik, namun juga cerdas dalam memprediksi potensi bahaya dan inovatif dalam memberikan edukasi.
Selain mencetak instruktur andal, standar tinggi keselamatan Honda juga diwujudkan secara nyata melalui jajaran produk sepeda motornya.
Berbagai fitur keselamatan canggih seperti Combi Brake System (CBS), Anti-lock Braking System (ABS), hingga Honda Selectable Torque Control (HSTC) telah dirancang presisi untuk melindungi Brosis dari risiko celaka di jalanan yang tak terduga.
Yuk, jadikan #Cari_Aman sebagai prioritas utama dan temukan lini motor Honda yang sudah teruji ketangguhan serta keamanannya sekarang juga!
11 Agustus 2026 - administrator