Motor Susah Hidup & Tarikan Mulai "Brebet"? Coba Cek Ujung Busi Motor Sebelum Makin Merembet!

Publikasi: 1 hari 2 jam 39 menit yang lalu

Pernah nggak Brosis mengalami momen nyebelin ketika di pagi hari saat sedang buru-buru mau berangkat kerja atau kuliah, tapi mesin motor mendadak susah dinyalakan? 

Padahal, indikator kelistrikan menyala terang dan kondisi aki motor sehat. 

Setelah berkali-kali mencoba diengkol, mesin akhirnya menyala, tapi tarikannya terasa kempos, dan mulai timbul gejala tersendat-sendat alias brebet saat gas diputar.

Bagi banyak pengendara awam yang panik, pasti langsung menyalahkan kerusakan sistem injeksi yang mahal atau kualitas bahan bakar yang buruk. 

Padahal, biang kerok dari masalah menyebalkan ini sering kali bersumber dari komponen kecil, murah, tapi memiliki peran yang luar biasa vital: busi. 

Yuk, kita kenali tanda Brosis butuh perhatian pada area pengapian sebelum masalahnya makin merembet ke komponen lain!

1. Jantung Pengapian yang Sering Terlupakan dalam Mesin

Meskipun ukurannya terbilang sangat mungil jika dibandingkan dengan bongsornya bodi Honda PCX 160 atau agresifnya Honda Vario 160, busi adalah jantung utama dalam sistem pengapian mesin bensin. 

Tugasnya adalah mengubah tegangan listrik tinggi dari koil menjadi percikan api untuk membakar campuran bensin dan udara di ruang bakar.

Saat kinerja komponen ini mulai menurun seiring dengan usia pakai, busi tidak akan sanggup lagi menghasilkan percikan api yang stabil dan kuat. 

Gejala awal yang paling mudah Brosis rasakan adalah motor menjadi sangat sulit dihidupkan, terutama saat mesin dalam kondisi dingin di pagi hari.

Selain itu, karena pembakaran di dalam mesin tidak berjalan sempurna, akselerasi motor akan terasa tertahan (loyo) dan kurang responsif saat diajak berakselerasi menyalip kendaraan lain. 

Brosis wajib mengenali gejala awal ini dengan membaca ulasan tentang motor tiba-tiba loyo dan waspadai tanda busi mulai lemah agar tidak keburu mogok di tengah jalan.

2. Bahaya Membiarkan Kerak Karbon Menumpuk di Ujung Busi

Salah satu musuh utama dari busi motor adalah penumpukan sisa pembakaran atau biasa disebut dengan kerak karbon (carbon fouling). 

Kerak hitam yang menebal di bagian kepala dan ujung elektroda busi ini akan menurunkan daya tahan isolasi busi, sehingga percikan listrik yang dihasilkan koil ikut melemah.

Jika Brosis membiarkan kerak karbon ini menumpuk terlalu lama, ada dua kerugian besar yang siap menguras isi dompet:

Konsumsi Bensin yang Borosnya Kebangetan

Karena percikan api kecil, campuran udara dan bahan bakar tidak terbakar dengan tuntas. 

Ini bisa membuat banyak bensin terbuang sia-sia lewat knalpot tanpa menghasilkan tenaga. Efisiensi bahan bakar harian Brosis pun otomatis akan merosot tajam.

Kerusakan pada Komponen Koil

Ketika ujung busi tertutup rapat oleh kerak hitam, hambatan listrik akan menjadi sangat besar. 

Kondisi ini memaksa komponen koil bekerja ekstra keras melipatgandakan tegangan listrik agar api tetap bisa keluar.

Jika dibiarkan terus-menerus, koil motor Brosis akan mengalami panas berlebih (overheat) dan akhirnya mati total.

Merawat komponen ini sebenarnya tidaklah sulit asalkan Brosis tahu celahnya. 

Brosis bisa menyimak panduan tentang cara menjaga busi biar awet agar performa pengapian motor tetap stabil harian.

3. Jadwal Ideal Bersihkan & Ganti Busi Baru di AHASS

Sama seperti kampas rem atau oli mesin, busi memiliki batas usia pakai yang wajib Brosis patuhi demi menjaga kenyamanan berkendara harian.

Pemeriksaan dan Pembersihan Berkala

Sangat disarankan untuk memeriksa kondisi kepala busi setiap 4.000 kilometer. 

Jika terdapat penumpukan kerak hitam, bersihkan menggunakan sikat gigi halus atau semprot dengan cairan pembersih non-metal (brake cleaner). 

Hindari menggunakan amplas kasar atau sikat kawat karena bisa mengikis material elektroda dan mengubah kerapatan celah busi.

Jadwal Penggantian Wajib

Walaupun motor masih bisa menyala, performa busi standar bawaan pabrik biasanya akan turun drastis setelah melewati jarak tempuh 8.000 hingga 12.000 kilometer.

Di angka ini, Brosis wajib menggantinya dengan busi orisinal Honda Genuine Parts agar percikan api kembali maksimal dan hemat bensin. 

Jaga Pengapian Motor Brosis Tetap Gacor di AHASS!

Menyepelekan kondisi ujung busi yang mulai kotor adalah langkah awal menuju pengeluaran tidak terduga yang jauh lebih besar. 

Dengan rutin memantau warna kepala busi, disiplin membersihkan kerak karbon, dan melakukan penggantian tepat waktu, Brosis sudah menghemat banyak uang belanja untuk jangka panjang.

Membersihkan busi atau menyetel kerapatan celah elektroda (gap) membutuhkan ketelitian tinggi agar tidak merusak keramik busi. 

Jangan ambil risiko merawatnya sendiri di rumah jika Brosis tidak memiliki peralatan yang memadai.

Serahkan tugas ini pada tangan ahli mekanik bersertifikasi di AHASS Wahana Honda terdekat. Kami menjamin penggunaan suku cadang busi asli standar Honda yang presisi dengan biaya jasa pengerjaan yang ramah di kantong.

Biar waktu Brosis tidak habis terbuang percuma untuk mengantre, yuk gunakan Aplikasi WANDA untuk melakukan booking servis terlebih dahulu dari rumah. 

DOWNLOAD APLIKASI WANDA & BOOKING SERVIS GANTI BUSI DI SINI!

Tips Merawat Motor

Berita Terkait