Publikasi: 5 jam 34 menit yang lalu
Jakarta, 26 Juni 2026 - Keselamatan berkendara tidak hanya ditentukan oleh kondisi kendaraan atau kepatuhan terhadap aturan lalu lintas semata. Faktor sederhana yang sering luput dari perhatian, yaitu posisi tubuh saat sedang berkendara, yang ternyata berperan dalam menjaga kenyamanan, fokus, hingga keselamatan selama perjalanan.
Banyak pengendara yang tanpa sadar memiliki kebiasaan duduk membungkuk, menggantungkan kaki, atau memegang setang dalam kondisi tegang. Padahal, posisi berkendara yang kurang tepat membuat tubuh lebih cepat lelah, mengurangi konsentrasi, hingga meningkatkan risiko kecelakaan di jalan.
Melalui kampanye keselamatan berkendara #Cari_Aman, Main Dealer sepeda motor Honda area Jakarta - Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati (WMS), terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menerapkan teknik berkendara yang aman, termasuk memperhatikan posisi berkendara.
“Banyak pengendara yang hanya fokus pada kondisi kendaraan dan perlengkapan berkendara, namun melupakan pentingnya posisi berkendara. Padahal, posisi berkendara membantu menjaga keseimbangan, meningkatkan kenyamanan, serta membuat pengendara lebih siap menghadapi berbagai situasi. Karena itu, budaya #Cari_Aman perlu dimulai dari kebiasaan sederhana,” jelas Head of Safety Promotion PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani.
Untuk membantu pengendara mendapatkan posisi berkendara yang ideal, terdapat beberapa bagian tubuh yang perlu diperhatikan selama berkendara.
Saat berkendara, pastikan pandangan selalu fokus ke arah depan dan melihat lebih jauh ke kondisi lalu lintas yang akan dilalui. Hindari terlalu sering melihat ke bawah atau ke panel instrumen karena dapat mengurangi kemampuan dalam mengantisipasi potensi bahaya.
Posisi bahu sebaiknya tetap rileks dan tidak tegang agar tubuh lebih nyaman selama perjalanan. Selain membantu mengurangi rasa lelah, bahu yang santai juga memudahkan pengendara dalam mengendalikan sepeda motor. Pastikan siku sedikit menekuk agar pergerakan tangan lebih fleksibel saat bermanuver.
Genggam setang dengan baik menggunakan seluruh jari tangan agar kendali terhadap sepeda motor tetap optimal. Hindari kebiasaan menempelkan jari pada tuas rem secara terus-menerus saat motor melaju. Posisi tangan yang benar membantu pengendara lebih nyaman dan tetap siap saat harus melakukan pengereman.
Duduk dengan posisi tubuh tegak namun rileks. Pastikan pinggul bertumpu dengan baik di atas jok agar keseimbangan tubuh tetap terjaga. Hindari posisi membungkuk karena dapat membuat tubuh lebih cepat lelah.
Posisi kaki perlu diperhatikan sesuai jenis sepeda motor yang digunakan. Pada motor skutik, kaki sebaiknya lurus ke depan dan rapat. Sementara pada motor bebek dan sport, kaki harus selalu berada di atas pijakan kaki. Khusus motor sport, lutut dapat menjepit ringan tangki bahan bakar untuk membantu menjaga kestabilan berkendara.
Penerapan posisi berkendara yang benar tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga membantu pengendara mempertahankan fokus selama perjalanan. Tubuh berada dalam posisi ergonomis sehingga tidak cepat mengalami kelelahan.
“Ketika posisi berkendara sudah benar, tubuh tidak mudah mengalami kelelahan. Otot bekerja lebih optimal, pengendara lebih nyaman, dan konsentrasi dapat terjaga lebih lama. Hal ini penting untuk mengurangi risiko munculnya rasa lelah saat berkendara yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” tambah Agus Sani.
Melalui edukasi keselamatan berkendara yang berkelanjutan, WMS berharap masyarakat semakin memahami bahwa keselamatan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengendalikan kendaraan, tetapi juga dipengaruhi oleh cara pengendara mempersiapkan dirinya sebelum dan selama perjalanan.
Posisi berkendara yang benar membantu tubuh tetap nyaman, menjaga fokus lebih lama, mengurangi risiko kelelahan, serta meningkatkan kemampuan pengendara dalam mengantisipasi berbagai potensi bahaya. Dengan kondisi fisik yang lebih siap dan konsentrasi terjaga, risiko kecelakaan fatal dapat diminimalkan. Karena itu, selalu biasakan menerapkan #Cari_Aman saat berkendara demi Wujudkan Safety Indonesia.
26 Mei 2026 - administrator
11 Mei 2026 - administrator