Publikasi: 3 hari 12 jam 31 menit yang lalu
Banyak pemilik kendaraan yang beranggapan bahwa semakin
jarang sepeda motor dipakai mengaspal, semakin awet pula kondisi mesinnya.
Karena pekmikiran itu, motor kesayangan pun akhirnya
dibiarkan terparkir manis di garasi rumah selama berminggu-minggu tanpa pernah
dinyalakan.
Padahal, kenyataan di dunia mekanis justru berbanding
terbalik.
Mesin kendaraan bermotor pada dasarnya dirancang untuk terus
bergerak dan bersirkulasi.
Membiarkan motor "tidur panjang" tanpa persiapan
sama saja dengan membiarkan berbagai potensi kerusakan laten menggerogoti
komponen internal secara diam-diam.
Biar tunggangan kesayangan tidak mendadak mogok total atau
bahkan rusak parah saat hendak digunakan kembali, yuk kita bedah tiga ritual
wajib yang harus Brosis lakukan saat motor jarang dipakai!
Bahaya terbesar saat sepeda motor dibiarkan diam
berhari-hari terletak pada ruang penampungan pelumas.
Ketika mesin mati dalam waktu lama, gaya gravitasi akan
menarik seluruh oli mesin turun dan mengendap di dasar karter (oil pan).
Akibatnya, komponen-komponen logam presisi di bagian atas
silinder, seperti camshaft (noken as), klep, dan dinding piston kehilangan
lapisan pelindungnya dan menjadi kering.
Jika motor yang sudah lama diam tiba-tiba langsung
dinyalakan dan apalagi langsung digeber melaju di jalanan, komponen logam
tersebut akan bergesekan dalam kondisi kering tanpa pelumasan yang cukup.
Gesekan kasar ini bisa memicu dinding silinder baret, suara
mesin menggelitik kasar, hingga berujung pada kerusakan fatal hingga turun
mesin.
Oleh karena itu, ritual pertama yang wajib Brosis lakukan
adalah memanaskan mesin secara rutin selama 3 hingga 5 menit setidaknya 2 atau
3 hari sekali.
Tidak perlu dikendarai, cukup biarkan mesin menyala dalam
kondisi diam (idling) tanpa perlu
memainkan selongsong gas kencang-kencang.
2. Jaga Daya Kelistrikan Tanpa Ribet, Panaskan Motor
Sembari 'Recharge' Aki
Tahukah Brosis kalau memanaskan mesin punya 2 keunggulan
langsung?
Selain menjaga sirkulasi oli, kebugaran sistem kelistrikan
motor Honda kesayangan Brosis juga terjaga cukup dengan ritual memanaskan mesin
tadi!
Perlu Brosis pahami bahwa lini motor matic Honda modern
dibekali beragam fitur cerdas seperti Smart Key System (keyless), lampu
LED, hingga sensor alarm anti-maling.
Fitur-fitur ini tetap membutuhkan arus listrik siaga dalam
jumlah mikro secara berkelanjutan).
Jika motor sama sekali tidak pernah dinyalakan selama
berminggu-minggu, arus listrik aki akan terkuras perlahan hingga drop dan
membuat starter elektrik tidak merespons sama sekali.
Saat Brosis menyalakan mesin motor selama beberapa menit di
garasi, komponen generator magnet (spull) dan kiprok (rectifier)
otomatis akan bekerja mengalirkan arus listrik segar untuk mengisi ulang (recharge)
daya baterai aki secara mandiri.
Dengan konsisten memanaskan motor, voltase aki akan selalu
berada di batas aman. Jadi, motor pun selalu siap di-starter seketika saat
Brosis harus bepergian mendadak.
Ritual ketiga yang terlihat sepele namun berdampak jangka
panjang adalah pemilihan posisi parkir.
Masih banyak pengendara yang memarkirkan motornya di garasi
hanya dengan mengandalkan standar samping (side stand).
Membiarkan motor berdiri miring di atas standar samping
selama berminggu-minggu memberikan dampak buruk ganda:
Bobot motor akan terus-menerus menekan sisi kiri suspensi
depan dan belakang. Tekanan statis satu sisi dalam waktu lama bisa memicu
keausan pegas yang tidak rata dan mempercepat kebocoran pada sil oli sokbreker.
Titik tapak ban yang menempel di lantai dingin terus-menerus
menahan bobot ratusan kilogram di satu titik yang sama.
Kondisi ini bisa membuat struktur kawat baja di dalam ban
mengalami deformasi atau menjadi tidak bulat sempurna (flat spot). Saat
motor dipakai kembali, kemudi akan terasa memantul dan oleng.
Selalu gunakan standar tengah (standar ganda) saat memarkir
motor di garasi.
Standar tengah memastikan distribusi beban motor terbagi
rata di kedua sisi rangka dan membebaskan roda belakang dari beban lantai.
Bila perlu, berikan alas kardus atau kayu pada ban depan
yang menyentuh lantai agar suhu dingin ubin tidak merusak kelenturan kompon
karet ban.
Merawat motor yang sering menganggur di garasi tidak
membutuhkan langkah yang rumit.
Brosis cukup rutin memanaskan mesin selama 3-5 menit agar
oli bersirkulasi sambil membiarkan sistem kelistrikan mengisi ulang daya aki
secara otomatis, plus konsisten menggunakan standar tengah saat parkir.
Motor Brosis akan selalu berada dalam kondisi fit dan siap
diajak menjelajah kapan saja.
Jika motor kesayangan Brosis sudah terlanjur
"tidur" terlalu lama di garasi dan tarikannya mulai terasa berat,
jangan ambil risiko memaksakannya melaju di jalan raya.
Segera bawa motor Brosis ke bengkel resmi AHASS Wahana Honda
terdekat.
Mekanik bersertifikasi kami siap melakukan pengecekan
menyeluruh, mulai dari kuras tangki, pengukuran voltase aki, penggantian oli
baru, hingga kalibrasi sistem injeksi PGM-FI agar motor Brosis kembali
bertenaga layaknya motor baru.
Biar Brosis tidak perlu membuang waktu mengantre di bengkel,
yuk manfaatkan kemudahan booking servis terlebih dahulu melalui Aplikasi
WANDA dari ponsel pintar Brosis.
BOOKING SERVIS BEBAS ANTRE LEWAT APLIKASI WANDA DI SINI!
24 Juni 2026 - administrator
25 Mei 2026 - administrator
18 Mei 2026 - administrator