Ayo Pilih: Mau Nitrogen Atau Angin Biasa?

Publikasi: 6 bulan 7 hari 12 jam 49 menit yang lalu

Dulu mengisi angin ban, cukup di pinggir jalan, dengan angin biasa, yang cepat dan bayarannya pun murah. Seiring perkembangan zaman, pengisian angin ban berubah dengan nitrogen.  Sebetulnya apa beda nitrogen dengan angin biasa?

Sejatinya, nitrogen pada ban tidak berpengaruh terhadap impresi berkendara.  Tapi sering kita dengar bahwa pengisian nitrogen murni pada ban membuat kendaraan terasa lebih nyaman, ban lebih awet, dan sebagainya.  

Jika menilik kandungan gas nitrogen, sesungguhnya tidak ada perbedaan yang berarti dengan angin biasa. Karena angin biasa pun juga sudah memiliki kandungan nitrogen. Hanya kadar yang membedakannya.

Pengisian ban dengan angin biasa memiliki kandungan nitrogen 78 sebanyak persen, sedangkan nitrogen murni memiliki kandungan lebih banyak yakni sebesar 96 persen. 

Nitrogen  murni mempunyai keunggulan pada stabilitas dibandingkan angin biasa. Maksudnya, nitrogen tidak cepat memuai dan lebih stabil kandungannya.  Tidak mudah berkurang atau berlebih seperti yang terjadi  pada isi ban dengan angin biasa. 

Sehingga, ban  jadi lebih stabil tekanannya,  karena sifat nitrogen yang stabil. 

Sementara  kalau soal kenyamanan, yang menentukannya adalah tekanan angin yang sesuai. Jika tekanan sesuai, maka berkendara pasti nyaman. Terlepas dari menggunakan nitrogen ataupun angin biasa.

Murni atau Biasa? Jangan Dicampur

Untuk mendapatkan hasil maksimal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bila ingin memakai nitrogen murni. Yaitu jangan mencampuradukkan angin biasa dengan nitrogen. 

Bila ingin mengisi nitrogen, sebaiknya angin ban yang lama dibuang terlebih dahulu. Tujuannnya agar nitrogen tidak terkontaminasi dengan kandungan angin biasa.

Jika terkontaminasi, nitrogen murni akan berubah seperti angin biasa akibat sifat kimianya. 

Selain itu, kontaminasi dua zat gas ini membuat udara jadi lebih basah dan berat. Kandungan angin biasa pada unsur hidrogen membawa uap air yang lebih banyak. Dan udaranya menjadi basah.

Dalam waktu relatif lama, udara basah ini bisa membuat kawat pada ban jadi berkarat.  Jika sudah begini, ban akan menjadi benjol, dan paling parah bisa  pecah. 

Jadi,  sekarang sudah tahu kan? Perbedaan isi   ban  dengan nitrogen murni dibanding angin biasa? Perhatikan baik-baik, ya! Selamat berkendara.  Jangan lupa gunakan helm, Dan hati-hati di jalan.

Label : Cari Aman Safety Riding Tips Motor Honda Nitrogen Angin Ban Motor

Comment

User Comment

Your comment

Load More