Komponen CVT Pada Motor Yang Harus Dicek Secara Berkala

Publikasi: 3 tahun 4 bulan 1 hari 12 jam 31 menit yang lalu

Dewasa ini, motor matic telah menjadi salah satu jenis kendaraan yang paling banyak digemari orang-orang. Terbukti dari mayoritas masyarakat yang memilih berkendara dengan motor matic dibandingkan motor bebek atau kopling. Selain karena lebih mudah untuk dikendarai, motor matic juga menawarkan kelebihan lain berupa beratnya yang ringan dan lebih lincah untuk digunakan berkendara di jalanan.

Sayangnya, di balik berbagai macam kelebihan yang ditawarkan tersebut, terdapat beberapa kekurangan motor matic yang seringkali diabaikan. Salah satunya adalah perawatannya yang cukup rumit dan membutuhkan biaya lebih besar jika dibandingkan dengan motor bebek.

Para pemilik motor matic dianjurkan untuk senantiasa memperhatikan setiap komponen yang berada di luar maupun di dalam kendaraan mereka. Hal ini bertujuan agar risiko seperti kerusakan dapat dihindari. Karena sekali motor matic mengalami kerusakan akan sangat rumit dan membutuhkan waktu untuk memperbaikinya. 

Maka dari itu, perawatan motor matic juga harus dilakukan secara rutin dan berkala. Terutama komponen-komponen yang terletak di bagian dalam atau internal dari motor tersebut. Salah satunya ialah CVT atau Continous Variable Transmission yang berfungsi sebagai alat penggerak motor matic.

Dalam prakteknya, sistem CVT ini terdiri dari beberapa komponen yang saling berkaitan. Masing-masing komponen tersebut harus dipastikan selalu berada dalam kondisi prima agar tidak mempengaruhi kinerja perangkat yang lainnya. Nah, pada artikel berikut ini, kami akan memberikan informasi mengenai komponen CVT apa saja yang perlu diperhatikan dan dicek secara berkala.

Komponen CVT pada Motor Matic yang Harus Dicek Secara Berkala

1. Roller

Roller merupakan salah satu komponen di dalam CVT yang memiliki peran krusial. Alat ini digunakan sebagai pemberat komponen rumah roller atau pulley primer yang nantinya akan mempermudah rotasi perputaran pulley tersebut. 

Dalam prakteknya, komponen roller seringkali mengalami kerusakan karena kelalaian pemilik kendaraan. Hal ini biasanya disebabkan oleh penggunaan motor yang terlalu sering untuk menempuh jarak yang cukup jauh.

Kondisi roller yang semula berbentuk bulat, bisa berubah menjadi sedikit peyang apabila motor digunakan berkendara secara berlebihan dan tidak memberikannya waktu istirahat yang cukup. 

Idealnya, jika Anda menempuh perjalanan jarak jauh, beristirahatlah setiap 2 jam sekali. Hal ini dilakukan untuk membuat kondisi tubuh Anda tetap prima sekaligus untuk mendinginkan mesin motor yang sudah dipaksa memacu jalanan cukup lama. Karena mesin yang terlalu panas jika dipaksakan justru dapat membuatnya overheating hingga menyebabkan terjadinya mogok di tempat.

Tak hanya itu, komponen roller juga akan lebih cepat mengalami kerusakan apabila Anda berkendara secara ugal-ugalan. Seperti dengan menarik tuas gas dalam-dalam atau sekencang-kencangnya. Hal ini akan membuat komponen roller tersebut lebih cepat gundul atau aus. Akibatnya, suara tarikan gas motor Anda pun akan terdengar lebih berisik dari sebelumnya.

2. V-belt

V-belt merupakan sebuah komponen yang terbuat dari karet khusus dan memiliki fungsi sebagai penerus putaran dari mesin ke roda belakang. Meski terbuat dari karet, alat ini memiliki karakter tekstur yang sedikit lebih keras jika dibanding karet pada umumnya.

Nah, dalam motor matic, v-belt menjadi salah satu komponen yang harus selalu diperhatikan kondisinya. Sebab, komponen yang satu ini sangat rentan mengalami kerusakan baik itu berupa retakan yang muncul di beberapa bagian atau bisa juga karet v-belt sudah tidak lentur lagi.

Apabila komponen ini putus saat Anda berkendara di jalan raya, risiko terburuknya motor Anda akan mogok secara tiba-tiba. Hal ini dikarenakan tidak adanya alat yang menjadi perantara atau penerus putaran dari mesin ke roda belakang.

Tak hanya itu, v-belt yang putus juga dapat merusak komponen lain di sekitar CVT. Oleh karenanya, penting bagi Anda memberikan sedikit perhatian lebih terhadap v-belt terutama saat motor matic Anda sedang diservis. Pastikan bahwa tidak ada retakan pada karet v-belt tersebut agar tetap berfungsi secara optimal.

3. Kampas kopling

Berikutnya ada kampas kopling yang tak boleh luput dari perhatian para pemilik motor matic. Berbeda dengan kampas kopling yang terletak di motor bebek atau motor manual, kampas motor pada motor matic ini memiliki bentuk yang unik mirip dengan rem tromol.

Kampas kopling ini memiliki fungsi sebagai penerus putaran yang semula berasal dari poros sekunder menuju ke bagian roda. Nah, jika Anda berkendara motor dengan menarik gas kencang sambil melakukan pengereman mendadak, hal ini dapat memicu timbulnya kerusakan pada komponen tersebut.

Untuk itu, meski letaknya berada di dalam sektor CVT, Anda juga harus memberikan perhatian lebih pada komponen ini agar tidak mempengaruhi pengalaman berkendara Anda selama di jalan raya. Terutama saat di tengah kemacetan, di mana kampas kopling ini sangat berpotensi mengalami kondisi aus.

Demikianlah artikel mengenai komponen pada CVT motor matic yang harus dilakukan pengecekan secara berkala. Pada dasarnya setiap perangkat pada kendaraan Anda harus dicek secara rutin untuk menghindari terjadinya kerusakan parah atau risiko buruk di jalanan yang dapat terjadi kapan pun.

Selain harus melakukan pengecekan pada komponen-komponen tersebut, penting juga bagi Anda untuk memperhatikan pola berkendara yang aman selama di jalan raya. Pastikan Anda tidak melanggar rambu-rambu lalu lintas dan tidak berkendara dengan kecepatan tinggi saat jalanan sedang padat.

Karena bagaimana pun, keselamatan Anda menjadi prioritas utama yang harus diperhatikan dan diutamakan. 

Cari Aman Wahana Makmur Sejati Yayasan Wahana Artha Tips Motor Honda WahanaHonda Tips Motor

Berita Terkait