Menghindari Rantai Cepat Aus

Publikasi: 1 bulan 12 hari 3 jam 25 menit yang lalu

Rantai  berfungsi sebagai penggerak kendaraan dan menjadi komponen penting pada motor bebek dan  motor sport. Energi gerak motor yang dihasilkan dari kinerja mesin ke roda belakang  hanya bisa terjadi berkat daya yang diteruskan dari rantai.

Mengingat pentingnya fungsi rantai, maka konsumen wajib memperhatikan perawatan sehingga bagian tersebut bisa diandalkan  untuk bekerja dengan baik.  Kondisi rantai yang aus dipastikan mempengaruhi daya kinerja si rantai. 

Jika melakukan perawatan  pada rantai, perhatikan pula, apakah perlu dilakukan penggantian komponen

  • Indikator rantai sudah tidak layak pakai  atau rusak adalah  jika ia mengeluarkan suara berisik, permukaan rantai aus, rantai mudah kendur, tarikan motor terasa berat, dan tenaga motor tidak maksimal.

Berikut panduan perawatan dan penggantian rantai sepeda motor 

  • Periksa kekencangan, kelancaran dan kondisi rantai serta gear rantai
  • Rantai tidak boleh disetel terlalu kencang ataupun longgar, kekencangan harus dijaga agar tetap di batas yang sudah ditentukan. 
  • Batas kekencangan rantai (free play) ada pada buku petunjuk pemilik, biasanya di rentang 25-35 mm. 
  • Sebaiknya rantai tidak dipasang terlalu kencang juga tidak terlalu longgar.
  • Rantai yang terlalu kencang akan membebani mesin dan komponen lainnya, sementara jika terlalu longgar bisa terlepas dan merusak komponen lainnya.

Ini hal penting yang perlu diperhatikan saat menyetel rantai:

  • Tempatkan kendaraan di  bidang tanah datar.
  • Gunakan standar tengah agar motor dalam keadaan seimbang dan roda belakang dapat diputar dengan bebas.
  • Putar roda belakang beberapa kali dan cari posisi paling kencang.
  • Periksa kelonggaran rantai, jika diluar spesifikasi lakukan penyetelan.
  • Setelah dilakukan penyetelan, gerakkan rantai, cek kelancaran gerakan rantai dan kondisi gear rantai. Jika terjadi keausan lakukan penggantian gear set beserta rantai.
  • Setel dan lumasi rantai dengan cairan pelumas yang direkomendasikan.
  • Selain menjaga kekencangan rantai sesuai batas yang ditentukan, pelumasan juga harus dilakukan agar rantai bergerak dengan lancar tanpa terganggu kotoran dan debu yang menempel dan menyebabkan karat,  sehingga gerakan rantai tidak lancar dan dan gear rantai cepat aus.
  • Jangan memakai oli bekas  atau oli yang tidak sesuai spesifikasi saat melumasi rantai, karena  ini bisa menyebabkan rantai cepat berkarat, bisa renggang,  bahkan kaku dan gear rantai cepat aus.
  • Penggantian rantai dilakukan jika kondisi rantai sudah kaku dan renggang, kondisi tersebut tetap tidak berubah meskipun sudah dilakukan pembersihan, pelumasan, atau penyetelan.
  • Gear rantai yang aus bisa jadi penyebab rantai longgar. Jika keausan mata gear sudah di luar spesifikasi, biasanya rantai akan tetap longgar meskipun sudah kita stel maksimum. 
  • Lakukanlah penggantian satu set gear rantai yaitu gear kecil dan gear besar.
  • Biasakan memerikan kondisi rantai setiap 500 - 1.000 km atau sehabis motor dicuci. 

Lakukanlah perawatan dan penggantian rantai di bengkel resmi, karena perawatan rantai adalah salah satu item pengerjaan service.

Label : Cari Aman Safety Riding Tips Merawat Motor Tips Motor Honda #hondacare Rantai Motor Rantai

Comment

User Comment

Your comment

Load More