Publikasi: 1 jam 26 menit yang lalu
Sering kali kita terlalu fokus merawat mesin atau CVT agar tarikan motor tetap responsif, sampai-sampai melupakan komponen bulat berwarna hitam yang berada di bawah.
Padahal, ban adalah satu-satunya bagian pada motor matic Brosis yang bersentuhan langsung dengan kerasnya aspal jalanan. Ban adalah batas tipis antara keselamatan dan bahaya di jalan raya.
Sayangnya, banyak pengendara yang baru berniat mengganti ban saat permukaannya sudah benar-benar gundul licin.
Padahal, ban yang sudah tidak layak pakai tidak melulu soal tipis. Jadi, demi keselamatan Brosis dan keluarga di rumah, yuk kita kenali 3 tanda utama bahwa ban motor sudah minta diganti berikut ini!
Pabrikan ban sebenarnya sudah membekali setiap produk mereka dengan indikator batas aman keausan yang sangat akurat, yaitu Tread Wear Indicator (TWI).
Fitur ini berfungsi sebagai pengingat visual agar Brosis tidak berkendara dengan ban yang sudah melewati ambang batas aman cengkeraman.
Cara mengeceknya sangat mudah. Brosis cukup mencari simbol segitiga kecil yang tertera pada dinding samping ban motor Honda Brosis.
Brosis bisa tarik garis lurus dari ujung segitiga tersebut ke arah tengah tapak ban, lalu akan menemukan tonjolan karet kecil yang terletak di sela-sela alur atau kembangan ban.
Jika permukaan tapak ban Brosis sudah terkikis sejajar dengan tinggi tonjolan kecil tersebut, itu adalah "kode keras" bahwa ban Brosis sudah berada di titik paling tipis yang diizinkan untuk digunakan.
Jika dipaksakan terus melaju, daya cengkeram ban akan merosot drastis dan sangat rawan tergelincir.
Brosis bisa mempelajari detail kode penting lainnya melalui artikel apa saja yang wajib diperhatikan dari kode ban motor agar tidak salah saat membeli ban baru kelak.
Pernahkah Brosis melihat motor matic yang kembangan bannya masih terlihat tebal, tetapi permukaannya dipenuhi oleh guratan-guratan retakan halus mirip rambut?
Jangan tertipu oleh ketebalannya, Brosis! Kondisi ini menandakan bahwa karet ban Brosis sudah getas atau kedaluwarsa.
Karet ban memiliki masa pakai optimal sekitar 1,5 hingga 2 tahun sejak pertama kali digunakan.
Seiring waktu, paparan panas aspal, terik matahari, serta zat asam dari air hujan akan membuat kandungan kimia karet ban mengeras dan kehilangan elastisitasnya.
Ban yang sudah getas dan retak rambut ini tidak akan mampu mencengkeram aspal dengan baik, terutama saat jalanan basah akibat diguyur hujan deras.
Karet yang mengeras akan bertingkah layaknya plastik licin di atas es, yang sangat mudah memicu terjadinya musibah aquaplaning.
Pastikan Brosis selalu disiplin dalam memantau usia karet bundar ini dengan memahami kapan waktu yang tepat untuk ganti ban motor demi keselamatan berkendara harian.
Sinyal bahaya ketiga bisa langsung Brosis rasakan melalui indra peraba saat sedang memegang stang kemudi.
Jika saat berkendara santai di jalanan yang mulus rata Brosis merasakan stang motor seperti membuang ke kanan-kiri, goyang, atau terasa oleng di kecepatan rendah, segera menepi dan periksa ban Brosis.
Sensasi berkendara yang tidak stabil ini biasanya disebabkan oleh keausan ban yang tidak merata (misalnya hanya botak di sisi tengah akibat salah tekanan angin), ban yang sudah benjol akibat sering menghantam lubang, atau adanya bocor halus.
Ban yang oleng akan merusak kenyamanan berkendara, membuat tangan cepat lelah karena harus menahan getaran berlebih, dan sangat berbahaya saat Brosis menikung tajam (cornering).
Sebelum bahaya mengintai, Brosis wajib memahami kembali betapa vitalnya peran mengganti ban motor untuk keselamatan berkendara agar selalu siap menerapkan semangat #Cari_Aman di jalan raya.
Ban motor adalah komponen yang tidak boleh dikompromikan demi menghemat pengeluaran.
Dengan rajin memeriksa tonjolan TWI, waspada terhadap retak rambut akibat usia ban yang menua, serta peka terhadap sensasi kemudi yang oleng, Brosis sudah melakukan langkah pencegahan terbaik untuk menyelamatkan nyawa di atas aspal.
Jangan tunggu sampai ban motor Honda BeAT, Honda Scoopy, atau Honda Vario Brosis meletus atau selip parah di jalan raya hingga merugikan diri sendiri.
Mengganti ban di bengkel resmi AHASS menjamin Brosis mendapatkan ban original Honda Genuine Parts (HGP) yang kualitas komponnya sudah disesuaikan dengan bobot motor Brosis.
Urusan harga? Tenang, harga ban resmi di AHASS sangat transparan dan ramah di kantong.
Biar proses pengerjaannya cepat tanpa perlu mengantre lama di lokasi dealer, yuk segera atur jadwal kedatangan Brosis melalui kemudahan Booking Service lewat Aplikasi WANDA sekarang juga!
24 Juni 2026 - administrator
17 Juni 2026 - administrator
25 Mei 2026 - administrator