Publikasi: 2 hari 5 jam 58 menit yang lalu
Ada satu rutinitas perawatan motor yang terlihat sepele namun sangat krusial yang paling sering diabaikan: mengecek tekanan angin ban.
Sering banget kita cuma mengandalkan "feeling" waktu mengisi angin ban. Cuma ditekan pakai Jempol buat jadi indikatornya. Padahal, urusan tekanan udara ini fatal banget dampaknya.
Mengisi angin secara asal-asalan, terlalu keras atau malah kempes, bukan cuma mengorbankan kenyamanan, tapi bisa merontokkan komponen vital motor Honda kesayangan Brosis.
Biar dompet tetap aman, yuk kita bahas efek buruk salah isi tekanan angin dengan bahasa yang gampang dimengerti!
Banyak pengendara yang berpikir kalau ban diisi sampai keras, tarikan motor bakal makin enteng dan ban tidak gampang bocor. Faktanya? Brosis malah rugi bandar!
Pertama, traksi ban ke aspal jadi sangat berkurang. Ban yang terlalu keras membuat permukaannya membulat, sehingga hanya bagian tengahnya saja yang menapak ke jalan.
Ini jelas mengurangi kemampuan ban mencengkram aspal. Bahkan kalau aspal sedang basah sehabis hujan, motor Brosis bakal sangat mudah selip atau tergelincir.
Kedua, ini yang paling bahaya: komponen CVT bisa rontok.
Ban yang terlalu keras kehilangan kemampuannya untuk meredam guncangan jalan. Efeknya, getaran ekstrem dari aspal keriting bakal ditransfer langsung ke area blok mesin belakang.
Komponen dalam bak CVT, seperti laher (bearing) dan as puli, bakal menerima beban kejut luar biasa dan cepat aus.
Biar CVT Brosis tetap prima, sempatkan membaca ulasan mengenai penyebab motor matic berbunyi gredek dan solusinya sebagai langkah pencegahan.
Nah, kalau ban dibiarkan kurang angin atau kempes, ceritanya akan beda lagi. Ban yang kekurangan udara bakal terlihat memble dan melebar saat menahan beban motor.
Dampak paling instan adalah tarikan gas motor menjadi super berat.
Mesin eSP Honda Brosis dipaksa bekerja dua kali lipat hanya untuk memutar roda. Imbasnya? Bensin jadi sangat boros.
Uang yang harusnya bisa ditabung malah habis menguap buat beli bensin ekstra.
Selain itu, dinding ban yang kempes membuat motor rawan oleng saat dipakai bermanuver di tikungan.
Yang paling bikin sedih, kalau Brosis menghantam lubang jalan dalam kecepatan sedang, ban kempes tidak bisa melindungi pelek motor.
Pelek bisa langsung penyok, bengkok, atau peyang.
Pabrikan Honda sudah menghitung tekanan angin paling sempurna buat setiap tipe motornya, mulai dari Honda BeAT yang lincah sampai Honda PCX 160 yang bongsor.
Perhitungannya disesuaikan dengan bobot sasis dan ayunan suspensi.
Jadi, berhenti pasrah pada tebak-tebakan tukang isi angin di pinggir jalan.
Brosis tinggal mengecek stiker indikator tekanan ban (Tire Pressure Label) yang biasanya tertempel rapi di area dek pijakan kaki sebelah kiri atau di dekat pelindung CVT. Di situ tertulis jelas angka presisinya.
Sebagai gambaran umum pada skutik 110cc - 160cc, tekanan ban depan biasanya direkomendasikan di angka 29 psi dan belakang 33 psi untuk pemakaian sendirian.
Pastikan Brosis selalu memakai alat ukur tekanan ban yang akurat, bukan sekadar dipencet menggunakan jempol.
Menjaga tekanan angin sesuai spesifikasi standar pabrikan adalah rahasia paling mudah untuk mendapatkan tarikan mesin yang enteng, bensin yang irit, dan komponen yang awet.
Cek tekanan angin motor Brosis setidaknya dua minggu sekali.
Kalau Brosis merasa motor Honda kesayangan sudah terlanjur sering oleng, kemudinya berat, atau ada suara berisik dari arah CVT akibat sering salah isi tekanan ban, jangan dibiarkan berlarut-larut.
Segera bawa ke bengkel resmi AHASS Wahana Honda terdekat.
Mekanik andal kami siap melakukan pengecekan menyeluruh pada area kaki-kaki dan blok CVT menggunakan peralatan canggih.
Biar waktu Brosis tidak habis untuk mengantre, manfaatkan kemudahan booking servis melalui Aplikasi WANDA. Motor sehat, hati tenang!
24 Juni 2026 - administrator
25 Mei 2026 - administrator
18 Mei 2026 - administrator