Publikasi: 1 bulan 16 hari 11 jam 12 menit yang lalu
Astra Honda Racing Team (AHRT) tampil luar biasa di hadapan pendukung setia yang memadati Pertamina Mandalika International Circuit pada Race 1 Seri 4 FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026.
Jalani balapan dengan kondisi berangin, pasukan Satu Hati ini melewati pertarungan sengit dan ketat sampai garis finish. Berbagai insiden di tengah balapan, mewarnai usaha dalam meraih poin maksimal di tiga kelas yang diikuti.
Di kelas Asia Production 250 (AP250), juara Asia 2 kali, Rheza Danica Ahrens menunjukkan kematangan bertarung (racecraft) yang luar biasa. Mengawali balapan dari baris keempat (grid P10), Rheza merangsek naik dan mengunci posisinya di dalam lead group ketat berisi 15 pembalap yang saling ambil alih posisi sepanjang 10 lap. Saat terjadi bottleneck parah di tikungan 16 yang memaksa beberapa pebalap terdepan melebar di lap terakhir, Rheza tetap tenang dan berhasil menyentuh garis finish di posisi ke-6 (P6), hanya terpaut 1,664 detik dari sang pemenang.
Rekan satu timnya, Irfan Ardiansyah, juga tampil luar biasa. Melesat dari P7, Irfan sempat mengambil alih pimpinan balapan di pertengahan lomba. Sayang, akibat terjebak di sisi luar pada drama tikungan 16 di lap terakhir, Irfan terdorong melebar dan harus puas finish di P10 (+2,344 detik). Sementara itu, Muhammad Badly Ayatullah (#45) yang baru kembali pasca-cedera harus mengakhiri balapan lebih awal akibat terjatuh di lap ke-9.
Di kelas Supersport 600 (SS600), Herjun Atna Firdaus yang mengawali balapan dari front row (P2) langsung melancarkan serangan demi memburu kemenangan. Melakukan start apik dan memimpin balapan sejak tikungan 1, Herjun menguasai sektor-sektor awal serta mencatatkan waktu lap terbaiknya di angka 1:37,635. Sayangnya, saat terlibat pertarungan sengit wheel-to-wheel di rombongan depan yang diisi 5 pebalap untuk memperebutkan podium, Herjun mengalami low-side menjelang akhir balapan. Herjun langsung bangkit dan membawa Honda CBR600RR miliknya menyentuh garis finish di posisi ke-8 (P8) dan mengamankan 8 poin vital untuk klasemen.
Di kelas utama Asia Superbike 1000 (ASB1000), Mohammad Adenanta Putra tampil sangat dewasa untuk mengamankan posisi enam besar pada debutnya menunggangi motor superbike 1000cc di Mandalika. Mengawali balapan dari posisi ke-6, Adenanta melahap 15 lap dengan rapi dan terukur di tengah proses pemulihan cedera patah tulang selangka (collarbone). Mencatatkan top speed mencapai 279,10 km/jam serta best lap pribadi 1:36,423, Adenanta berhasil mempertahankan posisinya hingga bendera finish berkibar di P6. Hasil ini menjadi fondasi yang sangat positif dalam pengembangan tim di kelas para raja ini.
Berbekal evaluasi data yang komprehensif serta penyesuaian terhadap perubahan kondisi angin, Astra Honda Racing Team kini mengalihkan fokus penuh untuk membenahi setup motor demi bangkit dan merebut podium pada Race 2 esok hari.
"Saya agak kesulitan dari pertengahan hingga akhir Race 1 hari ini karena masih merasakan sakit pada bagian bahu. Sektor 2 terasa sangat berat karena membutuhkan fisik yang kuat, terutama saat melakukan perpindahan arah dengan cepat (quick direction changes) seperti dari Tikungan 8 ke Tikungan 9. Saya harus menyesuaikan gaya berkendara dan menjaga ritme agar bisa bertahan hingga garis finish. Namun, feeling dan rasa percaya diri saya di atas motor terus meningkat. Saat ini yang terpenting adalah berproses tahap demi tahap. Mengambil pelajaran dan pengalaman dari setiap lap serta setiap balapan sangat krusial bagi saya untuk memahami area mana yang perlu ditingkatkan. Di Race 2 besok, dan saya akan memberikan segalanya."
"Saya melakukan kesalahan hari ini saat sedang bertarung berebut posisi podium. Kami harus menganalisis semuanya secara detail untuk memahami penyebab insiden tersebut. Kami akan mencoba setup baru pada sesi warm-up esok pagi, dan saya berharap kami bisa bangkit melancarkan serangan balik untuk meraih podium di balapan kandang pada Race 2."
"Alhamdulillah, kami masih bisa mengamankan poin-poin penting untuk klasemen hari ini, meskipun belum berhasil menembus podium di Race 1. Terima kasih banyak untuk tim atas kerja kerasnya menyambut balapan hari ini. Esok hari, saya akan menekan lebih keras lagi untuk bisa kembali berdiri di atas podium. Kami mungkin perlu sedikit evaluasi pada gaya berkendara dan setup motor. Mari kita lihat besok, kami akan berjuang demi meraih hasil yang jauh lebih baik di Race 2. Terima kasih."
"Race 1 hari ini berjalan sangat berat. Saya sudah mencoba menekan sejak awal hingga akhir balapan. Namun, ada beberapa momen di mana saya terdorong melebar oleh pebalap lain. Saya sempat kesulitan, tetapi menjelang lap terakhir saya berhasil merangsek kembali ke posisi ketiga. Sayangnya, saya kembali terdorong melebar yang membuat saya kehilangan kesempatan meraih hasil maksimal. Saya berharap esok hari bisa lebih baik dan saya akan memberikan yang terbaik untuk Race 2."
"Di awal Race 1, saya mengikuti ritme rombongan dan berhasil masuk ke lead group. Sepanjang balapan, posisi saya terus berganti antara P5, P10, dan P9. Memasuki lap terakhir, feeling saya di atas motor sebenarnya cukup bagus, tetapi saat berada di posisi ke-13, saya mengalami insiden sendiri yang menyebabkan hasil kurang memuaskan. Untuk Race 2 besok, target saya bertahan di posisi tiga besar hingga lap terakhir agar bisa mengeksekusi manuver penentu di garis finish."
FIM Junior GP AP250 SS600 Asia Road Racing Championship (ARRC) Asia Production 250cc
06 September 2026 - administrator