Publikasi: 7 hari 21 jam 52 menit yang lalu
Di momen peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli ini, ayo kita rayakan dengan mengingat pentingnya memberikan ruang tumbuh kembang yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang bagi anak-anak.
Bagi kita para orang tua atau pengendara sepeda motor, bentuk kasih sayang paling nyata tidak melulu harus berupa kado yang mahal.
Kita bisa memulainya dengan memberikan perlindungan keselamatan yang maksimal saat membonceng si kecil melintasi padatnya jalan raya.
Sayangnya, di jalanan kita masih sering menjumpai kebiasaan-kebiasaan membonceng anak yang sangat membahayakan keselamatan mereka.
Menyambut Hari Anak Nasional, keluarga besar Wahana Honda mengajak Brosis untuk menerapkan tiga aturan emas berkendara aman bersama buah hati agar terhindar dari risiko fatal di jalan raya.
Pemandangan membonceng anak kecil di area dek depan atau menggunakan kursi tambahan di depan pengendara adalah hal yang sangat sering kita temui sehari-hari.
Banyak yang beralasan agar anak bisa melihat pemandangan dengan leluasa atau agar pengendara lebih mudah mengawasi si kecil.
Namun, secara teknis safety riding, kebiasaan menaruh anak di depan adalah hal yang sangat dilarang karena menyimpan risiko kecelakaan yang luar biasa besar.
Menaruh anak di depan berarti menjadikan tubuh mungil mereka sebagai "tameng" yang menerima hantaman angin kencang, debu, polusi, serta kerikil jalanan secara langsung.
Selain itu, keberadaan anak di depan akan membatasi ruang gerak stang kemudi Brosis saat harus melakukan manuver mendadak.
Anak kecil yang aktif juga rentan memainkan tombol-tombol instrumen atau memutar selongsong gas secara tidak sengaja yang bisa membuat motor melompat liar.
Oleh karena itu, aturan emas pertama adalah selalu posisikan anak duduk di jok belakang.
Pastikan tubuh si kecil sudah cukup tinggi sehingga kakinya bisa menapak kokoh di atas pijakan kaki (footstep) belakang secara sempurna, dan tangannya sudah cukup kuat untuk memeluk pinggang Brosis dari belakang.
Sering kali kita melihat orang tuanya menggunakan helm bermerek yang mahal dan jaket tebal, sementara anak yang dibonceng dibiarkan tanpa pelindung kepala atau bahkan hanya mengenakan kaos oblong tipis dan sandal jepit.
Ingat Brosis, aspal jalanan tidak akan jadi lunak hanya karena yang terjatuh adalah anak kecil.
Jangan pernah berkompromi dengan keselamatan buah hati, meskipun jarak rumah ke tempat tujuan tergolong dekat.
Selalu pakaikan perlengkapan keselamatan standar sebelum roda motor berputar:
Pakaikan helm dengan ukuran cangkang dan busa dalam yang benar-benar pas dengan lingkar kepala si kecil. Jangan memaksakan helm ukuran dewasa yang kebesaran karena justru bisa mencederai leher anak akibat beban yang terlalu berat.
Udara di jalan raya tidak selalu bersahabat bagi imun anak yang masih berkembang. Selalu pakaikan jaket penahan angin yang cukup tebal dan celana panjang untuk melindungi tubuh mereka dari paparan hawa dingin.
Hindari penggunaan sandal jepit. Gunakan sepatu tertutup yang pas agar kaki si kecil terlindungi dari cipratan air panas knalpot, kerikil terbang, atau gesekan aspal seandainya terjadi insiden yang tidak diinginkan.
Disiplin memakaikan perlengkapan ini adalah langkah awal yang wajib Brosis lakukan demi meminimalkan fatalitas cedera.
Anak-anak memiliki daya tahan fisik yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan orang dewasa. Mereka juga sangat rentan terserang kantuk saat diterpa angin sepoi-sepoi di atas motor.
Saat anak mengantuk, pegangan mereka akan melemas dan keseimbangan tubuh mereka akan hilang sepenuhnya, yang sangat membahayakan posisi berkendara Brosis.
Bila si kecil sudah mulai terlihat lemas atau mengantuk, segeralah menepi di tempat yang aman untuk beristirahat.
Batasi juga kecepatan berkendara Brosis, maksimal berada di angka 40 km/jam saat membonceng anak, serta patuhi seluruh rambu lalu lintas yang ada demi menjaga stabilitas motor.
Memahami dan mematuhi aturan bonceng anak naik motor secara bijak akan membuat perjalanan keluarga Brosis terasa jauh lebih menenangkan dan minim stres.
Menyayangi buah hati berarti memberikan perlindungan terbaik bagi mereka di mana pun berada, termasuk di atas aspal jalan raya.
Dengan mendudukkan anak di jok belakang, melengkapi mereka dengan helm SNI khusus anak, serta berkendara secara halus tanpa ugal-ugalan, Brosis sudah mempraktikkan semangat #Cari_Aman demi keselamatan generasi penerus.
Perjalanan yang aman dan nyaman tentu harus didukung oleh kendaraan yang memiliki tingkat kestabilan tinggi serta dibekali fitur keselamatan mumpuni khas Honda.
Lini motor matic Honda terbaru seperti Honda Scoopy, Honda Vario 125, atau Honda PCX 160 dirancang sangat ergonomis dan stabil untuk menemani mobilitas harian keluarga Brosis.
Yuk, wujudkan kebahagiaan dan keamanan berkendara bersama keluarga dengan membawa pulang motor matic Honda impian Brosis!
Kunjungi dealer Wahana Honda terdekat dan nikmati berbagai promo spesial dengan simulasi cicilan bulanan yang sangat bersahabat.
Ingat, selalu utamakan keselamatan keluarga di jalan raya ya!
CEK HARGA & PROMO MOTOR MATIC HONDA TERBARU DI SINI!
06 Juli 2026 - administrator
26 Juni 2026 - administrator
26 Mei 2026 - administrator