Begini Seharusnya Adab Menyalakan Lampu Sein

Publikasi: 1 tahun 26 hari 9 jam 10 menit yang lalu

Saat berkendara di jalan, lampu sein  adalah alat komunikasi dengan pengendara lain.  Jika digunakan secara akurat dantepat, lampu sein dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan.

Sebagai bentuk peringatan antar pengendara, perlu mempelajari adab  atau norma-noma dala menyalakan lampu sein. Ini terutama sangat berguna ketika melakukan perjalanan jarak jauh atau antar kota.

Dalam perjalanan jarak jauh keluar kota , bisa dibilang cukup berbahaya jika pengendara tidak ekstra hati-hati. Sebab, dalam lalu lintas jalan provinsi atau jalan nasional ada etikanya termasuk saat menyalip kendaraan lain.

Di perjaanan, tidak jarang  kita terpaksa perlu menyalip bus atau truk yang dimensinya lebih besar dengan mobil biasa. Untuk mendahului kendaraan besar terutama di jalan dengan dua jalur saling berlawanan diperlukan teknik khusus.

Selama berkendara, usahakan agar kendaraan kita tetap terlihat oleh supir bus atau truk dengan cara memberikan jarak antara kendaraan kita. Alasannya, kendaraan besar mempunyai blind spot atau titik buta cukup besar meskipun  mereka sudah dibekali kaca spion yang juga besar.

Namun, pandangan pada kendaraan besar  ternyata cukup terbatas, sehingga sering kali tidak mampu untuk melihat dengan jelas kendaraan lain yang lebih kecil di sekelilingnya. Sebelum menyalip, hitung jarak dan ruang untuk kendaraan kita dan kendaraan yang akan kita dahului dengan cermat.

Etika menyalip pun perlu menyalakan lampu sein untuk berkomunikasi memberi sinyal antar pengendara. Berikut ini beberapa bahasa lampu sein yang umum digunakan.

Sein kanan

Lampu sein umumnya digunakan saat akan belok kanan atau pindah ke jalur kanan dengan tujuan menyalip kendaraan di depan. 

Pada ruas jalan dua arah, sein kanan juga bisa menginformasikan kepada pengendara di belakang apabila dari arus kendaraan arah depan masih aman untuk ikut mendahului.

Ketika menyalip mobil di jalur yang berlawanan, pastikan terdapat ruang yang cukup untuk Carmudian dan beberapa kendaraan saat menyalip di belakang. Usai mendahului, matikan sein kanan lalu sisakan jarak yang cukup agar kendaraan di belakang bisa ikut kembali masuk jalur awal.

Sebaliknya, bila Carmudian dalam posisi akan disalip dari jalur berlawanan namun tidak memungkinkan untuk menyisakan ruang yang cukup, jangan lupa beri isyarat dengan menghidupkan sein kanan. Ini memberi isyarat kepada pengemudi dari arah berlawanan bila tidak ada ruang atau jarak cukup antara kendaraan yang kita bawa dengan kendaraannya.

Saat berkendara di jalan dengan dua jalur berlawanan, sein kanan ini bisa menjadi penanda kendaraan di belakang. Saat akan mendahului, hidupkan sein kanan bila kondisinya aman untuk ikut mendahului. Setelah mendahului kendaraan di depan, jangan lupa matikan kembali lampu sein bila kondisinya sudah kembali ke jalur semestinya.

Sein kiri

Pengendara umumnya menyalakan sein kiri saat akan pindah ke lajur kiri, belok kiri, atau hendak berhenti. Ini bertujuan agar kendaraan di belakang bisa mengurangi kecepatan dan Carmudian dapat masuk lajur kiri. Kasus berbeda bila Carmudian melewati jalan satu arah lintas provinsi atau antar kota.

Truk atau kendaraan besar kadang malah melaju lambat di lajur kanan. Carmudian pun terpaksa mendahului dari sebelah kiri. Etika menyalakan lampu sein kiri ini juga bisa digunakan untuk memberi sinyal pengendara di belakang saat mendahului di jalur berlawanan.

Nah, bila menghadapi situasi seperti ini, caranya sama saja dengan ketika mendahului dari lajur kanan. Nyalakan lampu sein 3 detik sebelum berpindah lajur, pastikan lajur kiri lebarnya cukup untuk menyalip. Jangan lupa nyalakan klakson pendek sebagai informasi kepada pengemudi truk atau kendaraan besar bila sedang dalam posisi mendahului.

Saat melewati jalan dua arah, lampu sein kiri berfungsi sebagai isyarat untuk tidak atau menunda menyalip karena terlalu berisiko. Ini juga sebagai informasi kepada kendaraan dari arah berlawanan ketika menyalip bila dipersilakan. Sembari menyalakan lampu sein, kurangi laju kendaraan agar yang dari lawan arah bisa mendapat celah cukup untuk kembali masuk ke lajurnya.

Sein kiri juga berfungsi sebagai isyarat saat mendahului di jalur lawan, namun hanya cukup untuk satu mobil. Ketika berpindah ke jalur lawan dan mengambil ancang-ancang menyalip, hidupkan sein kiri. Ini sekaligus menjadi isyarat untuk kendaraan di depan bila Carmudian akan mendahului sehingga diberi kesempatan.

Jangan lupa, bunyikan klakson pendek saat kembali masuk jalur awal sebagai tanda terima kasih diberi jalan untuk mendahului. Hal-hal tersebut di atas adalah bentuk komunikasi dalam berkendara, sehingga tercipta saling menghormati antara satu pengendara dengan pengendara yang lain.

Nah, jika sudah tahu  adab dalam menyalakan lampu sein, jangan lupa tetap merawat  komponen tersebut dengan baik. 

Jika perlu   lakukan pemeriksaan dan perawatan lampu sein dan motor secara rutin  di bengkel AHASS terdekat , agar seluruh  fitur dan komponen sepeda motor tetap bisa bekerja secara optimal.

Ada baiknya memanfaatkan  pula layanan booking service dan layanan kunjung AHASS untuk kebebasan waktu dalam melakukan service. 

Cari Aman Safety Riding Tips Motor Honda WahanaHonda Lampu Sein

Berita Terkait