Hati-hati! Mengganti Oli Mandiri Itu Tak Semudah Yang Terlihat

Publikasi: 8 bulan 12 hari 19 jam 38 menit yang lalu

Belakangan ini berbagai  cara merawat motor, terutama mengganti oli  secara mandiri banyak bertebaran di YouTube maupun media online. 

Sekilas,  terkesan  pengerjaan penggantian oli terkesan  mudah, apalagi peralatan yang diperlukan  juga sangat sederhana. Yang dibutuhkan  paling tang, kunci ring atau kunci pas ukuran 17, dan bak penampungan untuk oli bekas.

Namun pengerjaan penggantian oli secara mandiri harus tetap  berhati-hati, karena ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seklaigus juga dihindari. Apa saja? Ini dia :

Jangan Terlalu Panas atau Terlalu Dingin

Jangan mengganti oli saat motor dalam keadaan terlalu panas atau saat motor terlalu dingin. Karena pada kondisi mesin panas akan terjadi pemuaian pada komponen mesin seperti baut. Saat memuai, tingkat kekerasan material baut berkurang . Membuka baut saat mesin dalam keadaan panas dapat menyebabkan drat baut menjadi rusak. 

Sedangkan mengganti oli ketika mesin dingin juga sama tidak baiknya,  karena oli yang telah lama mengendap lambat laun akan mengental dan membutuhkan waktu lebih lama sampai oli terkuras habis.

Jangan Pakai Oli Campur

Sebaiknya tidak mencampur atau sering menggonta-ganti oli mesin. Sebab kandungan aditif setiap merek oli biasanya berbeda. Biasanya, untuk mencampur oli yang berbeda mereknya perlu dilakukan compatibility test terlebih dahulu. Daripada berisiko, lebih baik pilih satu merek oli yang menjawab semua kebutuhan motor. Setelah cocok dengan satu merek oli, pastikan setia menggunakannya.

Hindari Angin Kompresor

Saat mengganti oli, pasti sering melihat mekanik menyemprot bagian dalam mesin dengan menggunakan angin kompresor. Tujuannya, untuk mempermudah membuang sisa-sisa oli mesin.

Tetapi  kata mekanik ahli, kebiasaan menyemprotkan angin seperti itu sangat tidak disarankan. Hal ini disebabkan karena angin kompresor ternyata mengandung uap air. Sehingga, saat angin disemprotkan ke dalam mesin justru akan berpotensi meninggalkan air di dalam mesin.

Kondisi tersebut bakal berpengaruh pada kinerja oli dalam melakukan pelumasan komponen yang ada di dalam mesin. Fatalnya, komponen pada mesin bisa cepat mengalami kerusakan.

Sekedar usul,  jika belum terlalu terlatih untuk mengganti oli, ada baiknya meminta  bantuan tenaga ahli untuk menanganinya.  Karena itu, jika waktu penggantian oli tiba,  langsung  bisa kunjungi  bengkel AHASS terdekat, sekaligus  lakukan pemeriksaan dan perawatan motor berkala secara rutin di bengkel AHASS agar seluruh  fitur dan komponen sepeda motor tetap bisa bekerja secara optimal.

Ada baiknya memanfaatkan pula layanan booking service dan layanan kunjung AHASS untuk kebebasan waktu dalam melakukan service.

Cari Aman Tips Merawat Motor Tips Motor Honda #hondacare Oli Motor

Berita Terkait